2022; growing with the pain

2022; tumbuh bersama luka sebagian orang, 2022 adalah tahun bahagianya, sebagian lagi menjumpai kepedihannya, dan sebagian lagi telah mencapai impiannya, dan sebagian lagi mendapatkan apa yang dia inginkan dan mendapatkan apa yang tidak pernah dipikirkannya selama ini. 2022-ku, kuberi nama; tumbuh bersama rasa sakit percaya dan dikhianati secara bersamaan mencintai dan dihancurkan secara bersamaan semuanya terjadi secara bersamaan saat diriku berada di titik paling rendah. kusembunyikan dari kerumunan, dari kedua orangtuaku, dari saudara-saudariku, dari orang-orang terdekatku, dari hujan dan angin, dari langit dan cakrawala, dan dari laut yang hampir setiap hari ku kunjungi. kecuali, Tuhanku. yang tahu pada saat aku menangis sesegukan saat bersujud, yang tahu rasa sakit saat aku menarik napas, yang tahu rasanya menahan linangan di kerumunan yang tahu segalanya di saat aku bungkam berat yang semakin, karena pada saat itu aku telah memiliki tanggungjawab karir hari demi hari, pelan-pelan, sedikit demi sedikit tubuhku seperti kayu lapuk yang disentuh api kian lama menjadi tumpukan abu tidak sampai di situ. mindsetku pun berubah; ketakutan ku setiap kali bertemu dengan lawan jenis; tiada lagi kepercayaan semua yang kulihat dan kudengar adalah kenistaan merasa tidak dihargai adalah satu dari kehancuran menilai diri tak pantas semua asumsi di kepalaku mengatakan bahwa kesalahan ada pada diriku Tuhan masih mengaruniakan rasa sabar; tak ada dendam mengendap tak ada benci meluap namun Tuhan memberiku rasa sakit untuk paham, bahwa segala persaksianku yakni sebuah cinta hanya untuk-Nya bukan untuk hambaNya. 2023; Berhenti untuk jatuh cinta Untuk sementara waktu Sampai kembali dibuka oleh seseorang Pilihan Penciptaku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyoba Doang

The Human Being

Sepenggal Cerita Untuk Kalian