The Human Being
Have you listen?
Ternyata semakin ke sini teman yang benar-benar teman (maksudnya di saat senang sedih dia ada dan bukan pas butuh) itu bisa kelihatan. Karena semakin dewasa dirimu kesendirian itu kadang kala menyenangkan.
Manusia itu hakikatnya zoon politicon (makhluk sosial). Sesenang senangnya, sesuka sukanya dengan kesendirian pasti akan butuh juga dengan yang lain. Ya karena memang hakikatnya seperti itu. Manusia juga tidak lepas dari yang sifat egois. Apalagi dengan permainan dunia yang semakin membuat manusia kehilangan hatinya.
"Semakin dewasa dirimu maka kau akan melihat siapa sesungguhnya temanmu."
Ternyata semakin ke sini teman yang benar-benar teman (maksudnya di saat senang sedih dia ada dan bukan pas butuh) itu bisa kelihatan. Karena semakin dewasa dirimu kesendirian itu kadang kala menyenangkan.
Manusia itu hakikatnya zoon politicon (makhluk sosial). Sesenang senangnya, sesuka sukanya dengan kesendirian pasti akan butuh juga dengan yang lain. Ya karena memang hakikatnya seperti itu. Manusia juga tidak lepas dari yang sifat egois. Apalagi dengan permainan dunia yang semakin membuat manusia kehilangan hatinya.
Seram, bahkan ada yang sesama keluarga saling memperebutkan. Saling bersaing. Dunia itu tidak akan ada habisnya jika dikejar sob. Tidak perlu menjadi egois dan individualis kalau memang lo ingin sukses. Karena apapun yang dilakukan, apapun yang kita harapkan, pasti ada sangkut pautnya dengan manusia lain. Kita yang tidak ada apa-apanya Jangan berbangga-bangga dengan diri sendiri yang sok tidak butuh dengan bantuan. Tuhan menciptakan lo tidak sempurna, ingat. And sometimes, kita itu datang ke teman jikalau butuh doang. Kata-kata yang mungkin sudah basi didengar tapi masih ada saja orang yang seperti itu. *Gue juga*
Menjadi teman yang hanya akan dicari ketika butuh itu ga enak. Jadi gue berusaha untuk tidak seperti itu. Gue berusaha untuk tidak memanfaatkan siapapun. Walaupun keignoran yang gue miliki kadang keterlaluan tapi gue struggle untuk tidak menjadi manusia yang memanfaatkan makhluk sesuka hati. This is I'm not to be a perfect person but I'm just wanna spread positive electrons around me.

Two months later I'm 19 y.o. And I'm ready for what's going on with my environment.
Jadi kamu itu teman seperti apa?
BalasHapusIdk. I cant describe myself, actually. Only people can desc me.
HapusAhaa, got it! that's the real reason why I like darkness. Sebagai orng yg prnh dkecewain dan ngecewain tuh, w udh tau rasanya. Itulah mngapa w benci Manusia tpi w sndiri jg posisinya sbgai manusia (ngomong apasih-_-)
BalasHapusCuman mau kasih tau dari sudut pandang w yg prnh ngalamin. Cobalah eeee ... (wait! manggilnya pake apa nih? Lo, kamu, anda, author atau sayang #eh#Plak) *gakpnting
Manusia yg benar2 Manusia itu cman bisa dihitung pake jari. Makanya, menilai dari berbagai sudut pandang itu penting, karena tindakan yang dilakukan orang2 seperti itu mungkin ada alasan tersendirinya. Bisa saja mereka seperti itu karena dulunya prnh jalin prtemanan yaah.. which is 'dia cuman datang kalo ada maunya doang' sehingga dia merasa dikecewain yg mnybabkan sifatnya berubah. Atau, ada juga mereka datang saat ada maunya karena bisa jadi Dia itu tipe orang extrovert yang dimana prioritas teman mereka itu bukan cuman satu atau dua, tapi banyak sehingga tidak menyadari hal yang seperti itu.Namun tidak menutup kemungkinan ada juga yang datang cuman ngemanfaatin dan cari keuntungan doang.
Yah menurutku sih begitu, atau alangkah baiknya dibicarakan mengapa agar sama2 tahu dan saling introspeksi diri sih.
Mungkin ada dari orang2 diluar sana juga punya sudut pandang yang berbeda tentang The Human Being. Because we are the same, but different:) cara berpikir orang2 itu berbeda beda.